Oleh: Herry Prasetyo

Buku Begini Harusnya Karyawan!
“HINDARI persaingan jika memungkinkan”; begitulah salah satu nasihat yang sering Anda dengar. Tidak cukup sampai di situ, nasihat itu pun bisa berlanjut, “Kalau toh harus menghadapi pesaing, carilah pesaing yang lemah agar Anda memenangkan pertarungan.” Sebaliknya, di dunia keseharian Anda, terutama di lingkungan karier, ternyata Anda harus berhadapan dengan pesaing yang kuat, bahkan Anda merasa minder untuk bisa mengalahkannya. Dan, kabar buruknya: Anda menyerah. Padahal, sebenarnya masih ada yang bisa Anda lakukan untuk menyiasatinya.
Persaingan di sisi lain kemudian bisa membuat Anda tidak bergairah dalam berkarier karena Anda benar-benar merasa tak berdaya, tidak memiliki “kemampuan menyerang lawan” sehingga membuat Anda ya “begitu-begitu saja”. “Dari dulu nasibmu kok nggak meningkat?” demikian mungkin celetukan sahabat Anda. Nah, apakah Anda mulai memikirkan kembali keberadaan Anda di “lautan pesaing” yang membuat Anda (sementara) gentar? Apa yang harus Anda lakukan sehingga Anda bisa menjaga kesegaran, tetap fresh, padahal Anda harus berhadap-hadapan dengan pesaing di dunia kerja. Bahkan, kemudian Anda akan mampu berteriak, “Seribu pesaing? Beri saya satu lagi yang lebih hebat!”
Langkah-langkah Terbaik
Mencoba bertahan di arena persaingan hanya bisa dilakukan dengan “langkah-langkah terbaik”; dan Anda pasti memilikinya. Dengan langkah-langkah terbaik itulah Anda juga akan mampu tetap fresh menghadapi persaingan yang semakin “menggila”, bahkan memenangkannya dengan cara yang luar biasa. Inilah beberapa langkah yang bisa Anda pertimbangkan.
Perdalam kemampuan hingga berkali-kali lipat. Jangan malas menambah kemampuan, wawasan, dan pemahaman tentang diri sendiri, lingkungan kerja, dan apa pun yang berkaitan dengan karier Anda, dan yang lebih penting lagi, yang berkaitan dengan pesaing. Pahamilah bahwa seberapa pun hebat pesaing di dunia karier ataupun bisnis, mereka punya kelemahan. Mereka juga manusia seperti Anda, punya kelemahan di balik kehebatannya. Di sinilah Anda perlu kecerdasan untuk “mengintip” celah itu, dan tanpa ragu memasukinya. Salah satu cara memasukinya adalah dengan kemampuan Anda yang berlipat-lipat dari biasanya. Jangan puas dengan kemampuan yang ada saat ini, meskipun menurut Anda sudah cukup untuk menghadapi pesaing Anda. Sebaliknya, Anda perlu “cadangan” kemampuan sehingga gerak tak terduga dari pesaing Anda bisa Anda antisipasi secepat mungkin. Dengan demikian, Anda tidak akan loyo bila jurus jitu pesaing menyerang kemampuan Anda. Anda akan mampu meresponsnya dengan baik… dan dengan cara demikian, Anda akan tetap fresh.
Jangan anggap diri sendiri “lebih kecil” dari pesaing. Ya, meskipun pada kenyataannya pesaing Anda lebih besar, lebih “raksasa” dibanding kemampuan Anda, jangan sekali-kali Anda merasa lebih kecil dari mereka. Anda harus tetap percaya diri bahwa Anda pun sama besarnya dengan mereka. Sudut pandang dan cara berpikir yang demikian akan selalu membuat Anda selalu menghargai diri sendiri dan selalu percaya diri bahwa Anda juga bisa seperti pesaing Anda. Bahkan, Anda akan mampu berteriak, “Seribu pesaing? Beri saya satu lagi yang lebih hebat!”
Menganggap diri sendiri lebih lemah atau lebih kecil dari orang lain juga akan melemahkan keberadaan Anda. Bahkan, selamanya Anda tidak akan merasa lebih besar dan lebih hebat dibanding orang lain; ini akan selamanya membuat Anda menjadi pecundang. Hal yang bisa dilakukan pecundang adalah selalu menyalahkan diri sendiri, meratapi nasib, dan bahkan tega menyalahkan orang lain. Jika sudah demikian, Anda tidak akan pernah merasa fresh di dunia kerja. Oleh karena itu, jangan anggap diri sendiri “lebih kecil” dari pesaing Anda. Bukankah Anda berhak memperlakukan diri sendiri dengan lebih agung, lebih bermartabat, sehingga Anda lebih percaya diri dalam berkarier, bahkan lebih fresh dalam upaya meningkatkan karier Anda.
“Bersahabat”-lah dengan pemahaman akan kegagalan. Menghadapi persaingan tidak jarang membuat Anda gagal. Hal terindah yang bisa Anda lakukan adalah menyadari kegagalan itu, merasakannya hingga ke dasar hati, mengingatnya untuk tidak gagal lagi, namun juga memiliki tekad untuk bangkit dari kegagalan hingga menciptakan loncatan yang tertinggi. Semua itu bisa Anda lakukan bila, sekali lagi, Anda mampu “bersahabat” dengan pemahaman akan kegagalan. Dengan kata lain, jangan musuhi diri Anda bila Anda gagal. Bahkan, Anda harus mampu memahaminya dan mengubah langkah untuk menyiasati kembali persaingan yang ada.
Bila Anda sudah mampu menjalin persahabatan dengan diri sendiri, tidak mudah putus harapan ketika gagal, apa pun perasaan yang hinggap di hati Anda tidak akan memengaruhi kesegaran cara pandang Anda. Dengan demikian, Anda akan tetap fresh, tetap mudah tersenyum, merasakan kegagalan sementara, yang kemudian Anda ubah menjadi kemenangan.
Tanamkan keberanian dalam menghadapi banyak pesaing. Wow, menghadapi satu pesaing saja bisa bikin stres, apalagi banyak pesaing yang mengadang di depan langkah karier Anda. Namun, agar tetap fresh dan percaya diri, Anda harus mampu mengubah cara pandang Anda; jangan gentar duluan sebelum mencoba beragam langkah untuk mengalahkan para pesaing. Teriakkan, “Seribu pesaing? Beri saya satu lagi yang lebih hebat!” Berulang-ulang teriakkan itu dan biarkan diri Anda termotivasi untuk tetap fresh, tetap pede, dan tidak kehilangan satu kesempatan untuk menunjukkan potensi terbaik Anda. Ingatlah bahwa banyaknya pesaing bukan berarti Anda “dikeroyok”, bukan?
Jadi, langkah terbaik yang Anda lakukan adalah menanamkan keberanian untuk tetap melanjutkan perjalanan karier, dalam bidang apa pun. Jangan berhenti! Gali lebih dalam lagi strategi terbaik untuk menghadapi banyak pesaing. Dari strategi terbaik itu, keberanian Anda akan semakin mantap… dan Anda akan tetap fresh melangkah dan mengembangkan karier maupun bisnis Anda.
Butir-butir di atas hanya sedikit langkah dari banyak langkah terbaik yang bisa Anda ciptakan. Apalagi, seseorang yang sangat mengenal diri Anda adalah diri Anda sendiri. Anda bisa menciptakan beragam langkah terbaik untuk menghadapi persaingan, sesuai selera Anda, sesuai kemauan dan kemampuan Anda. Jadi, teriakkan saja, “Seribu pesaing? Beri saya satu lagi yang lebih hebat!”
“Do The Best… and Fresh!”
Seribu pesaing, seribu peluang; Anda tinggal memaknainya. Semua memang tergantung pada Anda. Namun, Anda pasti ingin memenangkan apa pun bentuk persaingan di lingkungan karier dan bisnis Anda. Setiap ada persaingan, ada pula kesempatan untuk mengambil peluang terbaik. Setiap ada pesaing, ada pula usaha yang harus Anda lakukan, dan itu merupakan pemahaman yang sangat sederhana. Oleh karena itu, Anda tetap harus melakukan yang terbaik sehingga Anda tetap fresh setiap kali “berbenturan” dengan kemampuan terbaik pesaing Anda. Inilah beberapa hal lain yang bisa Anda lakukan sehingga Anda semakin mampu berbuat yang terbaik… dan fresh!
Perluas informasi tentang pesaing. Jangan menjadi katak dalam tempurung, tidak memahami pesaing Anda dengan baik. Rajin-rajinlah buka mata, buka telinga, buka hati, buka wawasan, dari sumber manapun. Dengan demikian, Anda memiliki bekal yang cukup untuk bertarung melawan pesaing. Ketika Anda bertemu dengan pesaing yang hebat sekalipun, bila informasi yang Anda miliki sangat luas, Anda tidak akan buru-buru kalang kabut; bahkan sebaliknya, Anda akan semakin mantap mempertahankan posisi Anda, bahkan mampu menggoyahkan posisi pesaing Anda. Bila hal demikian mampu Anda lakukan, Anda akan semakin fresh, dan semakin lantang berteriak, “Seribu pesaing? Beri saya satu lagi yang lebih hebat!”
Bikin ruang pertahanan diri. Di dunia persaingan, saling serang kemudian saling mempertahankan diri adalah hal biasa. Oleh karena itu, Anda harus memiliki ruang untuk mempertahankan diri. Di dalam ruang itu Anda bisa melakukan evaluasi, memperbarui sudut pandang, menyeragamkan persepsi dengan rekan bisnis atau klien Anda, juga bisa memperkuat produk yang masih lemah dan kurang mantap di dunia persaingan. Tanpa ruang pertahanan diri, karier atau bisnis Anda demikian terbuka untuk diserang dan Anda tidak memiliki perlindungan diri.
Ruang pertahanan diri itu harus Anda pelihara dan masuki secara rutin agar Anda mampu lebih mudah melihat kelebihan dan kelemahan Anda. Bila Anda lebih mudah melihat diri sendiri dari semua sisi dengan teratur, bukankah Anda lebih fresh ketika harus berbenah diri? Jadi, segera bangun ruang pertahanan diri dengan cerdas untuk menyiasati persaingan!
Pertegas sikap. Jangan hadapi persaingan tanpa sikap yang jelas! Bahkan, Anda harus mempertegas sikap, apakah sebaiknya Anda bertahan di posisi yang ada atau mengubah arah posisi Anda, atau maju berhadap-hadapan, dan banyak hal yang perlu Anda sikapi dengan tegas. Ingatlah bahwa persaingan sering kali tidak mengenal kompromi; siapa yang mampu bertahan, dialah pemenangnya! Siapa yang mampu berkembang, dialah pula pemenangnya. Semua itu hanya bisa Anda hadapi dengan sikap yang tegas.
Ketegasan sikap akan membuat diri Anda tidak mudah “berbelok arah” secara mendadak tanpa perencanaan matang. Toh bila Anda harus berbuat di luar rencana, Anda akan tetap berada pada kesadaran akan kemampuan Anda. Hal demikian harus Anda landasi dengan sikap yang tegas, sehingga apa yang Anda lakukan tidak membingungkan diri sendiri dan rekan kerja atau bisnis. Hal yang utama, bila sikap Anda tegas, hari-hari karier Anda akan tetap Anda nikmati dengan fresh!
Bila Anda telah menemukan cara terbaik, dan Anda telah mantap, lakukan tindakan. Anggap seribu pesaing tidak ada artinya di depan Anda. Bahkan, Anda menantang untuk dihadirkan pesaing yang lebih kuat sehingga Anda semakin bersemangat untuk meniti hari demi hari karier dan bisnis Anda. “Do the best… and fresh!”
Catatan: artikel ini saya ambil dari salah satu bab dalam buku saya berjudul “Begini Harusnya Karyawan”, Penerbit Elex Media Komputindo, Cetakan Kedua, Jakarta.