Karyawan Andal

24/10/2009

“Gue ‘Bete’ di Awal Hari!”

Filed under: Artikel Motivasi — karyawanandal @ 3:03 pm

Oleh: Herry Prasetyo

Buku Jangan Bikin Gue Bete!

Buku Jangan Bikin Gue Bete!

SEHARUSNYA, di saat pertama kali saya bangun pagi, saya harus mengucap syukur karena saya masih diberi kesempatan untuk hidup. Inilah bentuk karunia pertama yang sangat nyata, yang seharusnya saya nikmati untuk hari ini: bahwa saya masih dikaruniai napas untuk hidup; dan saya seharusnya mengucap syukur. Anda berarti masih lebih baik dari saya, karena saya yakin Anda sudah melakukan hal yang benar karena Anda selalu bersyukur ketika karunia hidup untuk pertama kalinya Anda sadari di pagi hari. Berbahagialah Anda akan hal itu!

Mengapa saya menjadi lupa untuk mengucap syukur? Ya, pikiran saya sudah duluan penuh memikirkan hal-hal yang membosankan yang akan saya alami. Inilah beberapa hal yang kadang kala membosankan itu:

  • Saya harus berangkat kerja melalui jalan yang sama; apalagi saya harus melalui jalur-jalur macet yang bisa membuat “bete” dan menjatuhkan mood kerja saya.
  • Saya harus bertemu dengan rekan kerja yang itu-itu saja; dengan sifat dan karakter yang kadang pula “menyebalkan”.
  • Saya harus mengerjakan tugas yang juga “itu-itu saja”, tidak ada tantangannya, dan bisa sangat membosankan.
  • Saya bahkan sering direpotkan dengan urusan makan siang yang juga membosankan, karena menunya juga itu-itu saja.

Dan, beberapa hal yang sudah saya pikirkan sangat membosankan, yang memenuhi pikiran saya di pagi hari.

Beberapa hal yang membosankan itu telah menutup kesempatan pertama kali dalam mengawali hari saya untuk mengucap syukur.

***

“Hei, apakah kamu harus diserang rasa bosan seharian untuk hari yang indah ini?” tanya “sebuah suara” kalau boleh disebut demikian, menampar kesadaran saya.

“Cobalah buka matamu, buka hatimu, banyak hal yang masih bisa kamu lakukan!” lanjut suara itu dalam hati saya, mampir di otak saya, dan membuka mata saya lebar-lebar bahwa masih ada matahari pagi yang bersinar penuh harapan, mengajak menjemput tantangan yang selalu ada di setiap hari dalam hidup saya.

“Bangkitlah dan lakukan tindakan! Jangan merasa bosan dalam mengisi aktivitasmu yang selalu setia menawarkan kesempatan untuk menjemput kemenangan!” — Saya mulai semakin menguasai diri untuk sesegera mungkin melakukan action, melangkah untuk terus melaju melanjutkan “perjalanan hidup”, perjalanan hati dan perjalanan pikiran, yang membuat saya terus bertumbuh menuju yang terbaik dalam mengartikan setiap pengalaman dan peristiwa yang “mejeng” di depan saya.

Akhirnya, inilah yang saya lakukan:

  • Saya mencari jalan lain menuju kantor untuk hari itu, mencoba memberi kesegaran baru dalam langkah awal saya memulai aktivitas rutin: ya aktivitas rutin yang saya lakukan setiap hari!
  • Saya mengubah cara pandang saya atas kehadiran rekan-rekan kerja; saya biarkan mereka beraktivitas sesuai kesukaan mereka, dan saya tidak mau memikirkannya. Asalkan tidak ada yang dirugikan atas diri saya, sebaiknya saya tetap menikmati suasana kerja yang ada; betapapun itu memang sangat menyebalkan.
  • Saya tetap mengerjakan tugas saya, mencoba memaknainya dan memberi arti di setiap “napas”-nya.
  • Saya tidak akan menganggap serius urusan makan siang; apa pun menunya, saya tetap harus mengucap syukur, setidaknya saya masih diberi rezeki dibandingkan dengan banyak orang yang masih dilanda kelaparan. Dan, saya pun mendoakan semoga mereka yang masih hidup dalam kekurangan, segera diberi karunia kelebihan sehingga mereka tidak kesulitan “hanya dalam soal makanan”.

Akhirnya, rasa “bete” di awal hari mampu saya atasi. Kebosanan saya ubah menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri; saya ubah menjadi kesempatan untuk mengembangkan seluruh sisi positif yang ada dan telah dikaruniakan atas diri saya. Tidak ada bentuk kebosanan yang hinggap terlalu lama, yang akan merusak seluruh aktivitas hidup saya. Dengan segenap hati dan pikiran, dan dengan kesadaran bahwa saya harus bertumbuh dari rasa bosan itu, saya ingin menikmati kemenangan dalam hidup saya, untuk satu hari itu.

Hei, Anda Juga “Bete”?!

Wow, apakah Anda juga merasakan hal yang sama dengan saya? Apakah Anda juga sering kali merasa “bete” di awal hari, bosan dengan aktivitas rutin Anda? Apakah Anda kemudian terserang rasa malas untuk mengerjakan aktivitas Anda sehingga tidak ada hal apa pun yang Anda lakukan selain mengurung diri di kamar, sekadar mendengarkan musik, bahkan mendengarkan musik yang bisa membangkitkan semangat itu juga terasa membosankan?

Mungkin Anda bisa mengatasi rasa bosan itu dengan beberapa hal berikut:

Dari segudang aktivitas harian Anda, pikirkanlah di awal hari, aktivitas yang menyenangkan diri Anda untuk hari itu. Pikirkanlah itu dengan kesadaran bahwa Anda bisa melakukannya dan membuat hati Anda enjoy, ringan menikmatinya. Bila Anda telah menemukan satu, ya satu saja, aktivitas hari itu yang menyenangkan, Anda bisa tergerak untuk beranjak dari kamar Anda dan mempersiapkan diri untuk melakukannya.

Dengan berpikir dan kemudian mempersiapkan diri untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan, mudah-mudahan Anda terdorong untuk melakukan aktivitas rutin lain yang semula membosankan. Bahkan, Anda bisa mengubah rasa bosan itu menjadi menyenangkan bagi diri sendiri yang kemudian bertumbuh ke suasana positif untuk perkembangan diri.

Setelah mampu melakukan aktivitas “yang membosankan” itu dengan penuh sukacita, bukalah mata Anda, hati Anda, dan pikiran Anda, untuk menerobos kesempatan sekecil apa pun menuju “kemenangan” dalam hidup Anda: mungkin Anda sedang berusaha memperbaiki karier, mungkin Anda sedang merintis bisnis, mungkin Anda sedang berupaya meningkatkan keharmonisan hubungan dengan pasangan. Lakukan itu dengan target bahwa Anda harus berhasil; Anda harus memenangkannya!

Jadi, bila Anda juga lagi “bete”, Anda masih punya kesempatan, punya peluang untuk mengubahnya menjadi keberhasilan yang luar biasa dalam setiap penggalan hidup Anda. Tidak akan ada hal lain di luar diri Anda yang mampu mengalahkan atau menghambat laju motivasi, semangat, dan keteguhan hati Anda, kecuali Anda membiarkan semua itu memperdaya Anda. Dan saya yakin, Anda tidak akan mengizinkan siapa pun atau hal apa pun “membunuh” kesempatan Anda untuk menjadi pemenang!

Catatan: artikel ini saya ambil dari salah satu bab dalam buku saya berjudul “Jangan Bikin Gue Bete!”, Penerbit Sketsa Inti Media, Jakarta.


Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Theme: Rubric. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.