Karyawan Andal

24/10/2009

“Bisnis Kepercayaan”

Filed under: Artikel Motivasi — karyawanandal @ 1:32 am

Oleh: Herry Prasetyo

BUKU KIAT KARYAWAN JAGO LOBI

BUKU KIAT KARYAWAN JAGO LOBI

Artikel di bawah ini diambil dari salah satu bab dalam buku “Kiat Karyawan Jago Lobi”, Penerbit Sketsa Inti Media, Jakarta.

AKTIVITAS melobi orang lain bukan sekadar bermaksud mengajak atau memengaruhi mereka agar ikut “kemauan” kita. Lebih dari itu, melobi orang lain dan membujuk mereka harus Anda sadari berada dalam kerangka “bisnis kepercayaan”.

Ketika Anda sudah bisa menggiring pemikiran dan fokus Anda pada pemahaman ini, maka setiap gerak langkah Anda akan terarah.

Bisakah Anda dipercaya?”

Miliki tujuan yang pasti dan jangan membuat orang bingung. Dengan kata lain, Anda bisa dipercaya dan keunggulan tersebut Anda “jual” kepada relasi sehingga mereka mau “membeli” kepercayaan Anda untuk melangkah bersama dalam kerangka kerja sama yang jelas dan bertanggung jawab.

Ketika Anda melobi dengan strategi “bisnis kepercayaan”, tidak akan sulit bagi Anda untuk membujuk, memengaruhi, ataupun “mensugesti” orang lain untuk mengikuti kehendak Anda; tentu saja kehendak yang baik dan selalu membawa keuntungan bagi Anda dan relasi. Mungkin kemudian pertanyaan Anda, bagaimanakah menerapkan strategi “bisnis kepercayaan” itu dalam melobi orang lain? Inilah beberapa butir inspirasinya!

Yakinkan diri bahwa Anda memang bisa dipercaya

Cobalah koreksi diri sejenak apakah Anda memang seorang pribadi yang layak dipercaya. Mulailah dengan melihat ke dalam diri: apakah ucapan saya mudah dimengerti, apakah ucapan saya masuk akal, bisa diterima orang lain, dan kemudian bisa dipercaya orang lain; apakah kemudian tindakan saya selama ini sudah mencerminkan apa yang saya katakan, ataukah saya hanya mampu berbicara namun takut bertindak — dan semua hal yang ada di dalam diri sendiri perlu Anda teliti kembali.

Ketika Anda sudah yakin bahwa Anda merupakan pribadi yang layak dipercaya, jangan ragu untuk melobi. Anda bisa dengan mudah masuk ke dalam “bisnis kepercayaan” itu dan tentu Anda akan berpeluang mampu mengelolanya. Jadi, sebelum Anda mengharapkan kepercayaan dari orang lain, buatlah diri sendiri menjadi pribadi yang bisa dipercaya. Mudah, bukan?

BUKU PRIBADI YANG MENYENANGKAN

BUKU PRIBADI YANG MENYENANGKAN

Jangan buru-buru berniat “ambil untung”

Relasi Anda akan bertanya-tanya dan mungkin kemudian tidak percaya kepada Anda bila Anda terlalu “bernafsu” cepat-cepat mengambil keuntungan dari suatu lobi. Ketika pada awal lobi Anda sudah menjabarkan keuntungan yang Anda ingin dapatkan dari suatu kerja sama tanpa terlebih dahulu menjabarkan manfaat dari proposal yang Anda ajukan, relasi tentu saja mulai meragukan sikap dan tindakan Anda. Akan lebih baik bila Anda menjabarkan terlebih dulu manfaat kerja sama ini untuk relasi Anda, kemudian manfaatnya pula untuk Anda pribadi, dengan disertai rencana langkah yang bisa diterapkan bersama.

Dengan demikian, “bisnis kepercayaan” itu akan berjalan dengan lancar karena masing-masing pihak memahami kerangka kerjanya. Alurnya pun Anda perjelas, usaha dulu, baru nanti menikmati keuntungannya. Jangan Anda balik! Jangan buru-buru berniat ambil untung, padahal satu upaya pun belum Anda lakukan. Oke, jadikan bisnis kepercayaan ini sebagai jembatan untuk memengaruhi orang lain. Jangan ragu, terus lobilah relasi Anda!

Jangan terlalu banyak membicarakan hal-hal yang tak perlu

Salah satu ciri orang yang bisa dipercaya adalah berbicara secara efektif dan efisien. Tidak terlalu banyak ngobrol di saat harus “fokus-serius”; dan pembicaraannya terarah! Ketika Anda sudah mempersiapkan diri untuk hal ini, “bisnis kepercayaan” Anda akan jalan.

Relasi Anda tidak akan kehilangan banyak waktu terbuang percuma karena Anda bisa menempatkan obrolan pada porsi yang benar. Relasi juga semakin mengagumi Anda karena Anda merupakan pribadi yang cerdas dalam menyampaikan suatu maksud dan tujuan.

Anda juga tidak akan berbelit-belit dalam memaparkan sesuatu dan isi pembicaraan Anda bisa dipercaya. Bayangkan bila relasi Anda mulai bosan dengan penjelasan panjang lebar, namun sebenarnya apa yang Anda jabarkan tidak perlu-perlu amat. Usaha Anda memengaruhi orang lain akan sia-sia! Oleh karena itu, untuk memasuki kerangka “bisnis kepercayaan”, jadilah pribadi yang tepat waktu, tepat pembicaraan, dan tepat sasaran. Hal-hal yang tak perlu, lupakanlah dulu. Mudah-mudahan, Anda bisa melobi relasi dengan lebih baik lagi.

BUKU MEMBANGKITKAN GAIRAH HIDUP

BUKU MEMBANGKITKAN GAIRAH HIDUP

Mau berkompromi untuk keuntungan bersama

Melobi orang lain pada dasarnya juga merupakan aktivitas memberikan atau menawarkan “keuntungan bersama”; bukan keuntungan pribadi. Oleh karena itu, agar lobi Anda berhasil, tinggalkan ego pribadi yang berlebihan dan ingin menang sendiri. Ingatlah bahwa relasi Anda sangat mengharapkan keuntungan dari suatu bisnis yang Anda tawarkan. Bila Anda tidak memberikan keuntungan padanya, bukankah lobi Anda hanya “omong kosong”. Dengan demikian, sangat wajar bukan jika Anda menempatkan keuntungan bersama dalam suatu kerja sama. Ketika Anda sudah berada pada posisi ini, tentu “bisnis kepercayaan” itu akan jalan dengan sendirinya. Anda benar-benar dipercaya untuk menjalin kerja sama; bukan sebaliknya, dicurigai ingin menumpuk laba demi kepentingan sendiri.

Jadi, strategi mau berkompromi untuk keuntungan bersama benar-benar perlu Anda terapkan jika lobi Anda ingin menuai hasil. Tanpa memiliki jiwa kompromi, lobi atau kegiatan memengaruhi orang lain tidak akan sukses. Sebaliknya, Anda akan selalu dicap sebagai pribadi yang hanya bisa mendesakkan keinginan pribadi tanpa mempertimbangan relasi yang Anda lobi, yang ingin Anda ajak bersama-sama memetik kesuksesan. Oke, deh… tak perlu berpanjang kata, kompromilah untuk hal-hal yang baik dan bermanfaat!

Tak Dipercaya Bukan Berarti Anda Kalah

ADA satu sisi yang juga perlu Anda cermati dalam membujuk orang lain untuk bekerja sama dengan Anda. Ketika Anda memasuki “bisnis kepercayaan”, mungkin saja Anda tidak dipercaya oleh relasi Anda. Nah, hal seperti ini bisa jadi melemahkan semangat Anda untuk mencapai kesuksesan. Mungkin Anda akan terburu-buru mencap Anda sebagai pribadi yang tidak pantas untuk sukses. Ya, Anda terjebak pada perasaan dan tindakan yang menggiring Anda pada kekalahan; Anda tidak berhak sukses, begitulah anggapan Anda.

Namun, hal seperti itu tidak selamanya benar. Banyak hal yang perlu Anda lihat, simak, cermati, dan benar-benar pahami mengapa Anda menjadi pribadi yang tidak dipercaya, padahal Anda memasuki “bisnis kepercayaan”. Inilah beberapa hal yang bisa menguatkan hati dan pikiran Anda.

Relasi Anda memiliki pemikiran yang berbeda terhadap Anda

Tidak setiap relasi yang ingin Anda ajak bekerja sama memiliki pandangan yang sama dengan Anda. Mungkin mereka memiliki anggapan yang beda dengan pribadi Anda, dengan bisnis yang Anda geluti, dan dengan visi-misi yang Anda utarakan. Perbedaan ini menimbulkan ketidakpercayaan relasi Anda bila bekerja sama dengan Anda. Mungkin relasi Anda ragu-ragu bila menjalin kerja sama dengan Anda akan menghasilkan keuntungan yang besar. Jadi, keputusan mereka tidak tertarik terhadap isi lobi yang Anda tawarkan. Nah, ini bukan berarti Anda kalah. Perbedaan pemikiran dan pandangan yang tidak bisa disatukan bukan berarti Anda tidak memiliki kemampuan untuk menghasilkan karya besar. Sebaiknya, bila ini terjadi, tetap yakinkan diri bahwa Anda tetap harus berusaha dan mencoba hal-hal terbaik dari sudut pandang yang berbeda; meski harus dengan relasi yang lain.

Relasi Anda tidak percaya atas kemampuannya sendiri

Bisnis kepercayaan” akan berjalan dengan baik bila orang-orang yang terlibat di dalamnya memiliki kepercayaan terhadap diri sendiri. Nah, sangat mungkin orang yang Anda lobi atau bujuk tidak percaya terhadap dirinya sendiri bahwa ia akan sanggup bekerja sama. Ketika Anda sudah mentok atas hal ini, jangan berkecil hati. Bukan Anda yang salah atau kalah dalam melobi; mungkin memang relasi Anda benar-benar tidak memiliki kemampuan. Bila Anda memaksakan diri mengajaknya bekerja sama, bukankah hanya akan “menyiksa” dia dan membuang waktu dan pikiran dengan percuma?

Jadi, ketika relasi Anda tidak percaya atas kemampuannya sendiri dan Anda memang melihatnya demikian, tidak ada yang bisa diandalkan dari relasi Anda, … cari orang lain yang bisa masuk ke “bisnis kepercayaan” dengan sama-sama menggenggam rasa percaya diri, sama-sama memiliki kemampuan untuk berkarya.

Relasi Anda sedang menggarap “proyek pribadi” yang lebih hebat

Anda tidak akan mendapat kepercayaan dari relasi ketika ia sedang menggarap “proyek pribadi” yang lebih hebat untuk dirinya sendiri. Dalam situasi seperti ini, sangat sulit bagi Anda melobinya untuk menjalin kerja sama atas proyek baru yang Anda tawarkan.

Apa pun yang Anda presentasikan akan “menguap” begitu saja karena memang ia sedang memiliki konsentrasi lain dan lebih hebat demi kesuksesan diri sendiri. Mungkin saja relasi Anda sedang berada dalam “pertarungan hidup-mati” terhadap proyek pribadi itu dan tidak memperkenankan orang lain mengganggunya. Yakinlah bahwa apa pun yang Anda tawarkan tidak akan dipercaya olehnya bila kehadiran Anda hanya mengganggu upayanya untuk kesuksesan pribadi.

Jadi, penolakan relasi Anda dalam hal ini bukan karena pribadi Anda yang tidak bisa dipercaya. Ini hanya masalah waktu dan kesempatan yang kurang pas ketika Anda hadir untuk menawarkan kerja sama. Mungkin lain waktu Anda bisa mencoba lagi bila memang relasi Anda ini adalah orang yang Anda harap-harapkan untuk membantu Anda menjemput kesuksesan. So, Anda bukan berarti kalah dalam hal ini; percayalah!

Memang Inikah Intinya?

BILA memang intinya adalah “kepercayaan”, maka pertahankanlah itu dalam relasi bisnis Anda. Begitu Anda mendapat kepercayaan dari relasi dan mereka sangat bersukacita bekerja sama dengan Anda, jangan sekali-kali Anda cederai kepercayaan itu. Kepercayaan merupakan hal yang sangat-sangat penting dalam bisnis maupun karier, juga bentuk kehidupan cinta lainnya. Anda perlu mempertahankannya!

Memang inikah intinya; bisnis kepercayaan?” — Bila jawaban Anda adalah “ya”, sudah sewajarnya Anda memasukinya dengan kejujuran dan dedikasi yang tinggi. Kedisiplinan, kesabaran, tahan terhadap dahsyatnya tantangan, juga merupakan “racikan bumbu bisnis dan karier” yang harus Anda sertakan untuk memasuki “bisnis kepercayaan” itu.

Dan… banyak lagi yang mungkin perlu Anda renungkan untuk memasuki bisnis kepercayaan itu… sehingga aktivitas mengajak dan membujuk orang lain untuk bekerja sama memberikan hasil yang memuaskan.

Anda pasti bisa… percaya sajalah!

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Theme: Rubric. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.